PROSES

Leave a comment

Hidup ini adalah suatu proses. Proses itu berawal dan berakhir. Dan aku pun meyakininya. Akhir itu adalah rasa syukur. Karena apapun hasil dari proses adalah yang terbaik untuk kita dan sesuai dengan kebutuhan diri ini.

Instan. Tidak ada di dunia ini yang penuh keinstanan. Cara cepat. Cara mudah. Cara spontan. Cara singkat. Cara apapun itu yang meringkas suatu proses, tidak akan menghasilkan suatu pembelajaran.

Bahkan Allah pun telah mengajarkan pada kita bagaimana proses penciptaan manusia yang begitu sempurna. Dari awal berupa air mani, hingga kurang lebih 9 bulan mengandung, menjadi manusia yang utuh dengan rangka dan organ tubuhnya. Itulah proses. Allah mengajarkan kepada Rasul bagaimana menyebarkan ajaran Islam di muka bumi milikNya dimulai dari halaqah-halaqah para sahabat, hingga akhirnya menguasi 3/4 dunia. Allah juga selalu mengajarkan kita bagaimana tumbuhan dan hewan itu bertumbuh sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Mimpi adalah awal dari suatu proses. Proses menjadikan pribadi yang lebih mulia dengan capaian-capaian terbaik. Tidak ada mimpi yang mustahil jika kita mau menekuni prosesnya.

Proses. Akhir setiap proses adalah rasa syukur. Itu pasti. Sekalipun gagal dalam proses capaian, tapi akan selalu ada kesyukuran di dalamnya. Allah memberikan kita karunia kesabaran akan kegagalan. Itu adalah nikmat terindah dari suatu proses. Itulah puncak dari suatu proses. Sabar dengan bersyukur, dan syukur dengan bersabar. Tidak ada yang sia-sia dengan proses.

Yang sia-sia adalah ketika kita menyia-nyiakan waktu kita dalam berproses ini dengan suatu kesiaan duniawi yang fana. Yang tidak pernah memulai proses ini tanpa tujuan yang jelas. Yang tidak pernah mengiringi setiap proses ini dengan harapan. Yang tidak pernah mengakhirinya dengan kesyukuran. Yang selalu mengeluh dan bersumpah serapah dengan ketidakpuasannya.

Bersyukurlah saat ini kita sedang berproses, meski kita belum melihat ujung putih dari lorong yang sedang kita tapaki. Percayalah. Allah akan selalu menuntun hambaNya menuju jalan kebaikan, karena Allah menilai proses perubahan dan perbaikan yang dilakukan hambaNya.

Hasil dari suatu proses ini mungkin dapat terlihat dapat juga tak terlihat. Yang terlihat dan tak terlihat merupakan penilaian manusia. Tapi dalam proses itu, kita telah berhasil. Karena Allah menilai proses kita. Janga ragu untuk berproses sekalipun itu nampak gagal. Karena toh masih banyak pembelajaran dari kegagalan yang kita dapatkan dan patut disyukuri.

Selamat berproses menjadi manusia yang lebih manusiawi dan lebih menghamba pada Allah.

Tausyiah (21)

Leave a comment

KISAH SEORANG PENDOA

 

Ketika ku mohon pada Allah kekuatan

Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

 

Ketika ku mohon pada Allah kebijakan

Allah memberiku permasalahan untuk diselesaikan

 

Ketika ku mohon pada Allah kemakmuran

Allah memberiku otak dan tenaga untuk bekerja

 

Ketika ku mohon pada Allah keteguhan hati

Allah memberiku kondisi bahaya untuk diatasi

 

Ketika ku mohon pada Allah kebahagiaan dan cinta kasih

Allah memberiku kesedihan untuk dilewati

 

Ketika ku mohon pada Allah cinta

Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ditolong

 

Ketika ku mohon pada Allah kemurahan / kebaikan hati

Allah memberiku kesempatan

 

AKu tidak pernah memperoleh apa yang aku inginkan, tapi aku mendapatkan semua yang kubutuhkan. Doaku terjawab sudah :)

 

Tausyiah (20)

Leave a comment

Nabi Nuh AS belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai kaumnya

Nabi Musa AS belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memulkulkan tongkatnya

Baginda Nabi Muhammad SAW pun belum tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah

Yang mereka tahu adalah bahwa mereka harus patuh pada perintah Allah dan tanpa berhenti berharap yang terbaik

Ternyata dibalik ketidaktahuan kita, Allah telah menyiapkan kejutan saat kita menunaikan perintah-Nya
Dan kadang biasanya tangan-tangan Allah bekerja di detik-detik terakhir dalam usaha hamba-Nya.

So, Never Give Up! Do Your Best! Inshaa Allah..

Kalaupun hasil yang kita usahakan jauh dari harapan bahkan menyakitkan, jangan kita berkecil hati
Karena sering Allah mencintai kita dengan cara-cara yang kita benci.

Tetap husnudzan kepada Allah apapun yang terjadi..

Wallahu A’lam Bisshowab

Allah berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah Mengeahui sedang kamu idak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Tausyiah (19)

Leave a comment

Sebesar cintamu kepada Allah,
sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu

Sebesar ketakutanmu akan murka Allah,
sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu

Sebesar kesibukanmu karena Allah,
sebesar itu pula orang lain akan sibuk untukmu

Go The Distance, Bismillah..

Leave a comment

Go The Distance, Bismillah..

I’ll be there someday
I can go the distance
I’ll be right where I belong

Alvins – Taubat

Leave a comment

Tak terasa waktu berlalu
Hidup penuh dengan dosa
Nista yang slama ini
Menyelimutiku
Hari ini aku teguhkan
Tuk temukan jalan hidupku
Selama aku masih diberi
Umur yang panjang

Reff
Allah adalah Tuhanku
Muhammad adalah Nabiku
Alquran lah kitabku
Islam adalah agamaku

Hari ini aku teguhkan
Tuk temukan jalan hidupku
Selama aku masih deberi
Umur yang panjang

Reff
Allah adalah Tuhanku
Muhammad adalah Nabiku
Alquran lah kitabku
Islam adalah agamaku
Tak ada kata terlambat
Tuk bertaubat dihadapannya
Selama aku bernafas
Allah kan selalu di hatiku

Bukan Masalah

Leave a comment

Bukan masalah siapa yang ingin dihargai, tapi ini soal MENGHARGAI

Sulit rasanya memiliki rasa ingin menghargai di waktu-waktu ini. Semua orang berlomba-lomba untuk merasa dihargai, padahal kebernilaian seseorang di hadapan orang lain adalah ketika ia mampu menghargai dirinya sendiri, sehingga dirinya merasa dihargai oleh semesta. Dan yang terpenting ketika berada dalam realita sosial, menghargai orang lain jauh lebih penting ketimbang menghargai diri sendiri, karena disitulah kita mampu menilai orang lain sebagai bagian yang ternilai. Kebernilaian orang lain membuat kita merasa bernilai pula.

Bukan masalah siapa yang ingin dihormati, tapi ini soal MENGHORMATI

Orang selalu merasa ingin dihargai karena kedudukannya, kemampuannya, dan usianya. Mungkin itu bagian dari kasta sosial yang diajarkan oleh leluhur kita sejak dahulu. Norma kesopanan memang mengajarkan kita untuk menghormati ketiga perangkat sosial tersebut. Tak jarang orang yang ingin dihormati, tak lagi belajar menghormati orang yang tidak berkedudukan, tidak berkemampuan, dan usia yang jauh lebih muda darinya. Padahal kehormatan hanyalah milik mereka yang mampu menghormati siapapun itu, tanpa pernah melihat siapakah dia. Mengamalkan norma leluhur membuat diri semakin bermakna untuk orang lain.

Bukan masalah siapa yang ingin menjadi NOMOR SATU

Tidak akan pernah ada nomor satu, jika tidak ada nomor dua, tiga, empat, dan lainnya. Menjadi nomor satu bukanlah kebanggan. Lihatlah sesungguhnya apa yang menyebabkan kita menjadi nomor satu. Lihatlah sesungguhnya siapa yang membantu kita mencapai nomor satu. Lihatlah nomor kedua, ketiga, dan lainnya. Kebanggaan sesungguhnya ketika menjadi nomor satu adalah ketika ia mampu berjiwa besar dan memberikan penghargaan bernilai pada nomor dua, tiga, dan yang lainnya.

Bukan masalah siapa yang ingin BAHAGIA

Bahagia menjadi dambaan semua umat. Tak ada kata sengsara menjadi tujuan hidup. Bukan berarti bergelimang harta menjadi definisi bahagia. Bahagia bisa bermakna sederhana, tergantung penilaian dan perasaan manusia dalam menjalankan kebahagiaan ini. Bahagia tidak dinanti, ia diciptakan. Ia sederhana. Ia tidak mahal. Ia dekat. Ia berada di dalam hati setiap manusia. Siapa yang memanggilnya untuk keluar dari pancaran sinar dari hati kita, maka dengan senyuman tipis pada saudara kita, itulah kebahagiaan.

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.