Pada saat ini telah disadari bahwa apa yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah tidak sepenuhnya serasi dengan kebutuhan lapangan kerja. Berdasarkan hasil survei NACE pada tahun 2002 kepada 457 pemimpin perusahaan tentang kualitas terpenting seseorang, hasilnya berturut-turut (Irma, 2007):
1. Kemampuan berkomunikasi
2. Kejujuran dan integritas
3. Kemampuan bekerjasama
4. Kemampuan interpersonal, beretika, motivasi dan inisiatif
5. Kemampuan beradaptasi
6. Daya analitis
7. Kemampuan komputer
8. Kemampuan berorganisasi
9. Berorientasi pada detil
10. Berkepemimpinan
11. Percaya diri
12. Ramah, sopan, bijaksana
13. IPK
14. Kreatif, humoris
15. Kemampuan berwirausaha

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa IPK hanya menduduki urutan ke-13 pada indikator dan kemampuan yang mencerminkan kualitas seseorang. Faktor-faktor yang lain, misalnya kemampuan berkomunikasi, kejujuran dan integritas, kemampuan bekerjasama, daya analitis, kepemimpinan, dan lain-lain memegang peranan penting dalam keberhasilan seseorang di tempat kerja.

Senada dengan survei tersebut adalah persyaratan yang diperlukan oleh berbagai perusahaan besar pada iklan kesempatan kerja. Sebagai contoh, sebuah iklan perbankan dan asuransi asing mempersyaratkan kemampuan berkomunikasi dan intonasi yang baik, serta terbiasa bekerja dengan target dan tim, bahkan tanpa mempersyaratkan IPK minimal (Kompas, Sabtu 10 Mei 2008 hal. 37). Sedangkan iklan yang lain mempersyaratkan kemampuan untuk bekerja keras, bersedia bekerja dengan target, berjiwa pemimpin, tegas, dapat bekerja di bawah tekanan, dan mampu mengoperasikan komputer, di samping persyaratam teknis lainnya (Jawa Pos, Sabtu 10 Mei 2008 hal. 11). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat keterampilan-keterampilan yang melintasi semua bidang pekerjaan, yang seharusnya dikuasai oleh lulusan perguruan tinggi.