Salahkah keputusanku ini ya Allah?
Jika aku memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan KKN kampus di bulan-tengah tahun ini

Salahkah keputusanku ini ya Allah?
Jika aku mengikuti kegiatan pertukaran pemuda internasional di Beijing

Salahkah keputusanku ini ya Allah?
Jika aku memutuskan untuk melepas semua impianku demi suatu masalah

Salahkah keputusanku ini ya Allah?
Jika aku terus mengeluh kepadaMu tanpa aku menyadari bahwa ikhtiarku belum 100%

Allah, aku tidak pernah tahu bagaimana masa depanku kelak, yang aku sadari kini, yang aku lakukan hanya berusaha membangun mimpi-mimpi yang telah terencana di awal tahun ini dan suatu rencana tambahan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.. Tapi, aku anggap ini adalah hadiah dariMu, Rabb.
Jika memang mimpi-mimpi yang ku bangun ini bukanlah yang terbaik untukku, maka aku ikhlas dan sabar melepasnya satu per satu.
Entah apakah aku harus percaya pada mitos orang berhasil, “jika Anda mau berhasil, harus ada KEMAUAN yang keras”. Tapi, aku seorang muslim. Dibalik kemauanku yang keras, aku masih memiliki Engkau Yang Maha Besar, Yang Maha Mengetahui isi hati dan kebutuhan setiap hambaNya. Aku menambahkan pada kalimat itu, bahwa semuanya juga dibutuhkan tawakal dan kepasrahan kepadaNya.
Aku hanya ingin menjadi manusia yang taat dan bertaqwa kepadaMu. Aku tidak ingin seperti orang-orang asing yang hanya mengenal kata sukses secara duniawi, aku ingin sukses di dunia dan akhirat.
Allah begitu beratkah hidup menjadi seorang ‘Rika’, berulang kali menelan rasa kegagalan. Engkau mencintaiku lebih dalam, aku merasakan itu saat Engkau memberikanku berbagai ujian.
Aku siap ya Allah menghadapi setiap masalah dan ujian yang ENgkau berikan padaku karena aku yakin Engkau selalu berada di sisiku, menemaniku berikhtiar menyelesaikan masalah itu, meninggikan derajat keimananku, dan menjagaku selalu menjadi sosok manusia dewasa nan sholehah.

Terima kasih Allah, kini aku tahu bahwa Engkau selalu menjagaku dimanapun aku berada.. Terima kasih telah memberikanku masalah, karena dari setiap masalah itu aku belajar untuk IKHLAS dan SABAR. Dua poin besar yang terkadang sulit ditemukan oleh setiap manusia saat menghadapi masalah.. Terima kasih Allah, Engkau memberiku masalah untuk membuatku semakin mengenal seberapa jauh kekuatanku menghadapinya dan menjadi sosok yang jauh lebih bijak dalam menjalani semua problematika.