Hari ini tepat hari di mana aku dilahirkan ke dunia ini dan telah merasakan pahit-manis kehidupan dunia. Kebahagiaanku mungkin tak sebanding dengan kesedihanku saat menyadari bahwa jatah usia ini semakin bertambah, namun belum ada hal yang bisa aku banggakan dari kehidupanku saat ini.

Usia 21 ku kini, akan kujadikan momentum sebagai perubahan diri, ke arah kualitas diri yang lebih baik, InsyaAllah. Terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan teman-teman lain yang telah memberikan ucapan dan doanya kepadaku. Lebih dari yang kuharapkan, doa yang dipanjatkan sudah jauh lebih membuatku lebih bahagia karena itulah yang akan membuatku merasakan energi positif untuk terus menjalani kehidupan sebagai seorang makhluk Tuhan di dunia maupun di akhirat kelak.

Usia yang semakin dekat dengan kematian ini, semakin jelas terasa bahwa segala amalan ini terasa mengapung dan melayang entah kemana. Kematian yang kian mendekat tanpa diiringi dengan amalan nyata membuat diri ini sangat menyesal karena terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia oleh kelenaan dunia ini. Astaghfirullah.

Inilah beberapa buah dari refleksi dari usia 21, yang diinginkan adalah menjadi pribadi dengan kualitas akhlaq, kapabilitas ilmu dan kecakapan sosial, manajemen emosional, kematangan berpikir, pendewasaan bersikap, serta memperbanyak amalan akhirat. Menjadi seorang pribadi muslimah yang baik dan anak yang berbakti kepada orang tua adalah harapan terbesar diriku. Allah tunjukilah jalanku, mudahkan aku dalam melangkah dalam kebaikan untuk meraih ridho dan rahmat dari Mu. Allohumma Aamiin