Teruntuk sahabatku-fillah
maaf jika memang selama ini kontribusi belum begitu besar,
maaf jika kerja-kerja ini belum nyata,
maaf jika amalan-amalan ini hilang karena ketidaklurusan niat,
maaf jika selama ini saya pernah atau saat ini telah melukai hati saudara sendiri,
maaf jika terkadang tidak sepaham,
maaf dan terlalu banyak kata maaf untuk disampaikan,
karena saya hanya seseorang yg sedang belajar dan terus ingin belajar untuk terus bisa lebih baik dan lebih memahami

self-reflection:
banyak hal yang saya pelajari dari beberapa pertanyaan yg muncul, mulai dari mengapa saya memilih di ‘sini’? dan mengapa sampai saat ini pun saya tetap berada di ‘sini’? .. yah saya yg memilih jalan ini ‘secara sadar’ sebagai jalan hidup setiap pilihan memiliki konsekuensi, dan saya menyadari bahwa jalan yg saya pilih ini bukanlah jalan yg indah dengan bunga-bunga, bukan jalan yg mudah untuk dilalui. Ini adalah jalan pendakian dari beberapa anak tangga yg akhirnya mengantarkan kita pada pertemuan yg indah dengan Rabb dan kekasih-Nya di tempat yg sudah Allah janjikan. InsyaAllah🙂 . Cara mendakinya dengan keistiqomahan beramal, mentaati syariat Islam, dan terus bekerja menegakkan dienullah di bumi-Nya. Tapi ternyata dalam perjalanannya, banyak orang yg gugur, banyak orang yg menyerah kalah. Terus terang, beberapa akhir ini saya merasa ketakutan. Saya takut menjadi orang yang tidak pernah bisa menjaga keistiqomahan ini kelak sampai akhir ajal. Na’udzubillahi mindzalik😦

Untuk menjaga itu semua, selama saya masih ber’azzam berada di ‘sini’ bersama kalian, ijinkan saya untuk tetap bekerja memberikan karya terbaik, karya yg InsyaAllah akan sama-sama kita banggakan saat berhadapan Sang Khaliq kelak🙂

Renungkanlah kembali peran kita di sini, kita adalah seorang hamba yg diberi tugas untuk menjadi seorang da’i di bumi-Nya. Amanah yg diberikan Allah kepada hamba-Nya merupakan sebuah kepercayaan dari Allah kepada kita, tidak malukah kita menolak apa yg sudah Allah percayakan kepada kita?? TENTU SAJA TIDAK!! NEVER SAY NO.

Allah yg memilih kita melalui perantara-Nya, yaitu makhluk. Allah memilih engkau, engkau, dan engkau karena kualitas amalan, ibadah, dan kemampuanmu kawan. Untuk itu, dalam berperan dan mengerjakan amanah-amanah yang Allah berikan, sudah seharusnya kembali kita renungkan Arkanul Bai’ah yg menjadi acuan dalam mengerjakan amanah-amanah di ‘jalan ini’.

Puisi Dakwah Kampus
Oleh Ust. Aus Hidayat Nur

Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan. Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang. Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya.
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu,nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana. Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu, itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya. Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya. Seperti Kata Abul Anbiya, “Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”. Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Amal
Membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan. Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir. Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan. Tinggikan kalimat Allah rendahkan ocehan syaitan durjana Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya, tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Taat
Kepada Allah dan Rasul, Al-Qur’an dan Sunnahnya serta orang-orang bertaqwa yang tertata. Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tadhhiyah
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima. Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka, sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan. Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan. Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan. Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan. Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini, engkau da’i sebelum apapun adanya engkau. Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya. Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya. Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan. Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin. Lapang dada merupakan syarat terendahnya, itsar bentuk tertingginya. Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya berjumpa karena taat kepada-Nya. Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah, saling berjanji untuk menolong syariat-Nya

Wallahu alam, maaf atas kekhilafan, selamat bekerja hanya KARENA dan UNTUK ALLAH di manapun kita berada, ALLAHU GHAYATUNA.