Siapa yang akan mengerti dirimu selain Tuhan-mu..
Siapa yang lebih memahami dirimu selain Tuhan-mu..
Siapa yang lebih mencintai dirimu selain Tuhan-mu..

Dear Rika..

Kau tahu apa arti amanah itu?
Amanah adalah sebuah tanggung jawab, prinsipnya: “IA PANTANG UNTUK DITOLAK DAN PANTANG UNTUK DIMINTA”.
Amanah bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, amanah itu bernilai mulia. Hanya orang-orang terpilih yang sanggup memilikinya. Amanah yang diberikan bukan hanya sebagai bentuk kenikmatan, tapi juga bentuk ujian. Tergantung bagaimana kau akhirnya menyelesaikan semuanya itu.

Allah begitu selektif memilih makhluk-Nya yang tepat untuk menunaikan amanah-Nya. Ia memilih dari makhluk-makhluk terbaik-Nya untuk menunaikan risalah amanah ini. Amanah hadir pada orang yang tepat karena Allah lebih mengetahui kebutuhan hamba-Nya, lebih mengerti potensi yang kita miliki.

Amanahmu yang kau emban saat ini tidak hanya perjanjian yang disaksikan oleh manusia lainnya, tapi juga Allah sebagai saksinya secara langsung. Allah menjadi saksi atas janji-janji kita untuk bekerja di jalan warisan Rasulullah. Memang terasa berat, tapi apakah kau akan menyerah begitu saja? Sedangkan banyak orang di jalan ini yang juga menginginkan berada di dalamnya. MasyaAllah.

Yakinlah bahwa Allah lebih tahu seperti apa dirimu, bagaimana kemampuanmu, dan bagaimana amalan yaumiah mu saat ini sehingga Allah begitu mempercayaimu untuk mengemban amanah ini. Yakinlah selalu bahwa dirimu bukanlah orang yang akan mendzalimi kemampuanmu untuk menunaikan amanah ini dengan baik. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan balasan yang setimpal atas ikhtiarmu untuk menyelesaikan amanah ini. Yakinlah dirimu adalah makhluk yang Allah percayakan, pilihan Allah yang terbaik, maka jangan pernah kecewakan Allah dengan kerja-kerjamu yang ak maksimal dalam amanah ini.

Jangan pedulikan kata mereka, cibiran mereka, dan hinaan mereka. Teruslah maju dan kembangkan diri. Karena amanah yang tuntas adalah amanah yang memberikan banyak pelajaran untukmu, sedang amanah yang gagal adalah amanah yang tidak memberikan perubahan apapun padamu. Terkadang memang sulit bekerja dalam kesendirian tanpa orang mengetahui apa yang sedang kita kerjakan dan untuk siapa kita bekerja. Sendiri itu memang menyedihkan. Tapi, bagi seorang muslim, ia tidak akan pernah merasa sendiri karena ada Allah yang selali menemani dirinya dimanapun dan dalam kondisi apapun. Allah sangat senang jika kau hanya mengadu pada-Nya, jika kau hanya bergantung pada-Nya, jika kau menjadikan-Nya sebagai penyembuh kegelisahanmu.

Amanah yang tengah kau jalani memang tidak akan pernah masuk dalam daftar CV-mu, tapi yakinlah bahwa Allah mencatat amanahmu dalam kitab terindah-Nya. Balasan amanah itu bukan posisi yang layak di perusahaan, tapi sebuah rahmat dan keridhoan-Nya, InsyaAllah. Amanah ini menyangkut ummat dan da’wah, balasannya tidak hanya duniawi, tapi ketenangan dalam syurga-Nya, aamiin.
Dua segmentasi amanah yang berbeda memang membutuhkan usaha yang lebih untuk menunaikannya. Tidak hanya menggunakan tenaga, tapi juga akal dan qalbu kita juga berperan. Semuanya menunjukkan keimanan dan ketaqwaanmu pada-Nya.

Amanah di kampus memang dinamis. Ia penuh gejolak sehingga membutuhkan fikrah dan militansi yang tinggi dari para pelaksananya. Nyaris empat tahun kau mengemban amanah di kampus ini, akankah kau akan meninggalkan ladang da’wah ini begitu saja tanpa meninggalkan kesan terbaik? TIDAK. Kau harus kuat. Mereka memilihmu karena mereka tahu bahwa kaulah yang terbaik. Jumlah kita memang tak banyak, tapi kualitas kita jauh lebikh baik dibandingkan kuantitas kita saat ini. Jadi, teruslah bergerak merubah akhlaq penghuni kampusmu menjadi islami.

Amanah di sekolah memang baru. Perjalanannya sangat panjang sehingga membutuhkan keistiqomahan dan tekad yang kuat bahwa mereka yang masih sekolah pun bisa berubah menjadi lebih baik lagi asalkan mereka mengenal pengetahuan akan kebaikan dan keburukan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul. Potensi-potensi mereka merupakan sumber kekuatan perjuangan selama masa jihad. Kau tidak akan pernah melepaskannya bukan? IYA! TIDAK AKAN PERNAH KAU LEPASKAN. Karena disinilah kau berasal, dibentuk, dan menjadi ummat yang cinta da’wah.

Sekali lagi, kuatkan dirimu dengan amalan-amalan terbaikmu. Tunjukkan pada Allah bahwa kau mampu menyelesaikan amanah-amanah tersebut dengan baik. Allah yang memilihmu langsung, maka Ia akan memberikan pertolongan padamu. Amanah yang Ia berikan tidak akan membebani ummatnya, semua ada porsi yang sesuai dengan kemampuannya. Ia ingin agar kau lebih baik dan dekat dengan-Nya.

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannashir