Siapa bilang sakit itu bukanlah suatu ujian?
Sakit adalah ujian bagi hamba-Nya untuk mengukur kadar ketaatan-Nya pada Allah hingga Allah menghapuskan dosa-dosa-Mu

Siapa bilang amanah itu bukanlah suatu ujian?
Didalamnya terdapat karunia keberkahan jika kau menunaikannya dengan, didalamnya juga terdapat adzab jika kau mendzaliminya

Manusia terkadang hanya mampu berusaha untuk melakukan semampunya, namun apa daya jika tubuh ini tak lagi mampu melaksanakan tugasnya, amanahpun tertunda. Tak tertunaikan pada waktu yang tepat.
Allah sedang mengujiku lewat sakit itu, seberapa jauh ke-istiqomah-anku terjaga walaupun aku dalam keadaan sakit. MasyaAllah.. Hanya mampu ridho dengan keadaan yang dialami pada waktu itu. Hanya doa dan usaha semampunya untuk tetap menunaikan amanah walau dengan keadaan yang tidak dalam kondisi terbaik.
Alhamdulillah ternyata Allah masih memberikan ku kekuatan untuk tetap menunaikan semua amanah-amanahku, yah, meski harus tetap tergeletak di atas kasur. Allah memudahkan fasilitas yang ada untuk hamba-Nya tetap menjalankan aktivitasnya.

Setelah sembuh, ternyata Allah benar-benar kembali mengujiku dengan amanah yang besar, banyak masalah krusial yang ternyata tidak sempat tertangani saat sakit. Astaghfirullah, dalam kondisi lemah, menguatkan hati dan berusaha menguatkan fisik, hamba ini menangis. Merasa berada di ujung keputusan untuk mengakhiri, tapi itu bukanlah keputusan terbaik saat itu. Takut akan siksaan-Nya kelak karena telah mengabaikan perintah-Nya. Dalam keadaan tertatik mencoba menyelesaikan satu demi satu, walaupun makian dan ketidakpercayaan orang menjadi luntur. Mecoba tetap istiqomah menjalankan yang terbaik. Tidak mengharapkan penghargaan dan hormat dari manusia, yang terpenting adalah jejak jangka panjang yang bermanfaat bagi ummat ini dan penghargaan kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Skripsi yang sempat ditinggalkan menjadi salah satu penyebab keputusasaan yang terjadi pada waktu itu. Penguatan diri luntur, seolah-olah benteng ruhiyah ini kembali hancur, walaupun sudah berulang kali melakukan perbaikan dengan tarbiyah ruhiyah.

Obsesi untuk menjadi seorang sarjana tahun ini yang begitu besar, membuat diri ini berada di ambang ambivalensi. Entah mana yang harus dipilih, apakah menyelesaikan permasalahan ummat terdahulu ataukah melepasnya untuk sekedar impian satu orang hamba? Memperbanyak istighfar dan bermunajat di malam-Nya yang indah memberikan banyak penguatan, memberikan banyak karunia pertolongan dari hal yang tidak pernah terduga. Ternyata Allah sedang mengujiku dengan segudang permasalahan, Allah ingin hamba-Nya lebih dekat dengan-Nya saat mengalami kesusahan, dengan demikian bantuan dari-Nya akan datang beribu-ribu kali lipat lebih dari apa yang kita harapkan..

Bulan ujian ini adalah bulan pembelajaran, dan bulan kedekatan dengan-Nya.